Penerbit KBM
DIALEKTIKA TRADISI DAN GLOBAL DALAM MASYARAKAT MADURA Antara Kesalehan, Simbol, dan Etos Kehormatan
NAMA PENULIS : Marsum ,Zainal Fanani, Mohammad Nabil Iklil Mubarok ,Sofyan As-Tsauri
ISBN : Proses
JUMLAH HALAMAN : 137 Halaman
UKURAN : 15,5 x 23 cm
SINOPSIS : Buku ini lahir dari kegelisahan akademik dan keprihatinan sosial terhadap dinamika yang tengah berlangsung di masyarakat Madura, sebuah pulau yang kaya akan tradisi keagamaan dan kearifan lokal, namun kini berada di persimpangan antara mempertahankan warisan leluhur dan merespons arus globalisasi yang semakin deras. Sebagai salah satu komunitas Muslim paling religius di Nusantara, Madura menawarkan laboratorium sosial yang unik untuk memahami bagaimana nilai-nilai kesalehan, simbol-simbol keagamaan, dan etos kehormatan bernegosiasi dengan gempuran media digital, ideologi transnasional, dan gaya hidup baru yang dibawa oleh globalisasi.
Di tengah hiruk-pikuk perubahan, pertanyaan mendasar yang mengemuka adalah: Bagaimana masyarakat Madura mempertahankan jati dirinya tanpa harus menutup diri dari dunia luar? Bagaimana tradisi yang mapan dapat berdialog dengan arus global tanpa kehilangan esensinya? Dan bagaimana etos kehormatan yang selama ini menjadi pilar utama kehidupan sosial dapat tetap relevan tanpa harus terjebak dalam kekerasan atau eksklusivisme?
Buku ini berupaya menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan menelusuri secara sistematis wajah tradisi Madura—mulai dari otoritas kiai dan pesantren, ritual-ritual kolektif seperti rokat tase' dan nyadar, kesalehan simbolik yang terpatri dalam pakaian, bahasa, dan tata krama, hingga falsafah bhuppa'-bhâbhu'-ghuru-rato yang menjadi fondasi etos kehormatan masyarakatnya. Dari fondasi tradisi yang kokoh itu, buku ini kemudian melacak bagaimana arus global merambah melalui layar telepon pintar, menghadirkan dai-dai baru, gerakan hijrah, dan kesalehan populer yang mengubah cara masyarakat mengakses dan memaknai agama.
Di bab-bab selanjutnya, pembaca akan diajak menyelami arena pertarungan simbol dan martabat—di mana pakaian, jenggot, dan cadar menjadi medan perang identitas; di mana klaim kebenaran saling dipertandingkan; dan di mana psikologi sosial masyarakat Madura teruji di bawah tekanan perubahan. Pada akhirnya, buku ini tidak berhenti pada analisis konflik, tetapi juga menawarkan jalan keluar: sebuah model etos kehormatan yang dialogis, yang tidak memilih antara tradisi dan global, melainkan mencari titik temu di antara keduanya.
Ready Stock (1 unit)
Ulasan Pembeli (0)
Belum ada ulasan untuk produk ini. Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Tulis Ulasan
Bagikan pengalaman Anda tentang produk ini untuk membantu pembeli lain.
